(",)

Selasa, 10 April 2012

Genggamlah Tangannya








 Ada seorang gadis kecil bernama Aisyah. Suatu hari Aisyah diajak ayahnya berjalan-jalan. Di tengah perjalanan, mereka harus melalui sebuah jembatan kecil di atas sebuah sungai.

Ayah Aisyah sedikit khawatir.
Ia berkata pada Aisyah, “Aisyah, ayo genggam tangan ayah. Biar kamu tidak jatuh ke sungai.”
“Tidak,” tolak Aisyah. “Seharusnya, ayah yang menggenggam tanganku”.

“Lho, memang apa bedanya?” tanya ayahnya bingung.

“Berbeda sekali, ayah. Jika aku yang menggenggam tangan ayah dan terjadi sesuatu pada diriku, bisa saja genggamanku terlepas. Tapi, jika ayah yang menggenggam tanganku, apapun yang terjadi, aku yakin ayah tidak akan melepaskan genggaman ayah padaku,” jawab Aisyah.

Ayah Aisyah sangat terkejut mendengar jawaban dari anaknya. Setelah dipikirkan kembali, ia merasa apa yang dikatakan oleh anaknya sangat benar. Jadi, ia menggenggam tangan anaknya dengan penuh kasih untuk menyeberangi jembatan itu.

Apa arti cerita ini?
Kepercayaan tidak sekedar mengikatkan diri satu sama lain. Namun, kepercayaan harus bisa saling mempersatukan. Jadi, genggamlah tangan orang yang kita sayangi, daripada mengharapkan orang itu menggenggam tangan kita.

Jumat, 06 April 2012

Kamu tetaplah kamu tanpa orang lain

Anda tahu pipa PVC? Hmmm...pastinya tahu dong? Benda yang satu ini memang mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari karena memang benda ini sangat bermanfaat bagi kita. Begini, saya ingin bercerita sedikit. Tahukah Anda? Di dalam ilmu kimia, PVC merupakan salah satu senyawa polimer, yaitu Poly Vinil Chlorida. PVC terdiri dari banyak monomer Vinil Chlorida, monomer-monomer tadi berkumpul jadi ...satu membentuk Poly Vinil Chlorida. Paham? Atau begini deh mudahnya, PVC itu terbuat dari sekumpulan Vinil Chlorida yang dibentuk menjadi satu.

Kalau masih belum paham juga, kita ganti ceritanya. Anda tahu oksigen? Lagi-lagi di dalam ilmu kimia, zat ini dilambangkan dengan O2 (maaf, tidak bisa pakai subscribe di fb). Ia terdiri dari 2 unsur O. Kalau hanya O saja, ia tidak berarti apa-apa. Ia harus bertemu dengan O lain, bersatu, kemudian membentuk zat yang sangat bermanfaat bagi makhluk hidup di alam ini.

Apa hikmahnya?

Begitu pula hidup kita. Hidup manusia. Coba lihat Vinil Chlorida tadi, ia tidak berarti apa-apa bila sendiri. Tapi ketika ia bersatu dengan Vinil Chlorida yang lain, ia dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat. Atau O2 tadi, ketika berbentuk O saja ia bukanlah siapa-siapa. Tapi ketika ia bergabung dengan O lain, ia menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan.

Hidup kita pun seperti itu. Mungkin kita dapat bermanfaat bagi orang lain meskipun dengan kemampuan sendiri. Tapi, ketika kita berkelompok, kita berjamaah, membentuk satu barisan utuh, bergabung dalam satu kesatuan, kita dapat JAUH LEBIH BERMANFAAT. Kekuatan kita bertambah berkali-kali lipat. Kemampuan kita meningkat beratus-ratus persen.

Sangat sulit memindahkan gunung seorang diri, tapi bila kita bersama-sama tidak mustahil gunung itu akan bergeser dari tempatnya. Yakin? Harus.

Semoga bermanfaat.

Allahu a'lam...



oleh : Hary setiawan

my facebook

Popular post

-.-