(",)

Tampilkan postingan dengan label ukhuwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ukhuwah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Desember 2012

Episode Qiyadah dan Jundiyah


Rasulullah SAW menunjuk ‘Amr ibn Al ‘Ash beberapa saat sesudah dia masuk Islam untuk menjadi komandan satuan yang di dalamnya bergabung para shahabat senior termasuk Abu Bakr dan ‘Umar. Malamnya, saat mereka berkemah, tiba-tiba ‘Amr memerintahkan semua memadamkan api. ‘Umar tersinggung. Terlihat olehnya pasukan itu kedinginan, dan beberapa yang lain sedang memasak makanan. ”Tidak, jangan matikan apinya!”, seru ‘Umar. Abu Bakr yang ada di sampingnya langsung menegur, ”Wahai ‘Umar, dia pemimpin yang ditunjuk Rasulullah untuk kita. Taatlah pada Allah, RasulNya, dan pemimpinmu!” ‘Umar masih menggerutu. Tetapi beberapa saat kemudian dia menyadari ‘Amr benar. Bunyi ringkik dan tapak kaki kuda patroli musuh, ratusan agaknya, terdengar begitu mengerikan. Tetapi kafilah patroli itu lewat saja. Maka Abu Bakr pun tersenyum padanya. Hari berikutnya, ‘Amr memerintahkan pasukannya berhenti di luar perkampungan kabilah yang akan diserang. ”Aku akan masuk. Jika aku tak kembali hingga mentari tergelincir, kalian serbulah ke dalam!” ‘Umar protes lagi. ”Jika kau ingin syahid, kami semua juga! Tetaplah kita bersama!” Dengan lirikan, kembali Abu Bakr mengingatkan ‘Umar. Dan ‘Umar pun patuh. Beberapa waktu kemudian, ‘Amr telah kembali bersama pemimpin kabilah yang telah masuk Islam bersama pengikutnya, atas diplomasi ‘Amr. Kabilah itu tunduk, tanpa setetes darahpun tertumpah.
Ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari fragmen di atas. 

Pertama, bahwa Rasulullah SAW dengan jenius telah berhasil membangun basis manajemen yang sangat ampuh dalam membangun organisasi yang sangat baik. Beliau SAW tidak ragu mengangkat seorang yang baru masuk Islam untuk menjadi seorang panglima satuan yang di dalamnya terdapat para sahabat senior. Yang artinya seorang pemimpin hendaknya tahu dan dapat memilih seseorang pada posisi yang tepat disesuaikan dengan kafaahnya.

Kedua
, senioritas seseorang tidak kemudian membuat orang tersebut dapat menentukan kebijakan dan bahkan memaksakan keinginannya kepada orang yang notabene masih sangat baru dalam dakwah. Kita tahu bagaimana cerdasnya 'Umar bin Khathab, namun ternyata di balik senioritas dan kecerdasan yang dia miliki, dia harus mengakui bahwa ada orang yang lebih baik daripada dirinya dalam urusan-urusan tertentu. Kita juga dapat meneladani ketaatan dan penghargaan Abu Bakar RA terhadap pemimpin.

P
emimpin yang baik yang bisa membuat keputusan yang tepat dan memiliki al-bashirah bit tadbir (kemampuan manajemen yang baik) berhak untuk ditaati dan dipercaya oleh siapapun bawahannya. Sesenior apapun seorang bawahan, harus mampu menempatkan pemimpin dalam posisi di atas. Dan karena pengalamannya, kader senior tentu punya hak untuk memberi masukan yang positif agar sebuah organisasi dapat berjalan dengan baik. Dan pemimpin harus ikhlas dan sabar ketika mendapat kritik.
"...Jadilah kalian orang yang rabbani, yaitu yang mempelajari al-kitab dan mengajarkannya." (QS.3:79)

"Katakanlah: Inilah jalanku, berdakwah kepada Allah dengan hujjah yang nyata, aku dan orang-orang yang mengikutiku...."
(QS. 12:108)

Jumat, 20 Juli 2012

Dzulfikarulhaqq nasyid

kawan..
pernah denger nama Dzulfikarulhaqq nasyid.

Asing memang kedengarannya.. karna memang grup nasyid ini baru di rintis sekitar
november 2009..

lho.. sudah 3 tahun ya,, lumayan lama memang,, namun untuk menjadi yang ternama belum cukup rasanya, kami harus banyak belajar..

Dzulhaqq memiliki personil yang banyak dan inti personilnya yaitu..

1. ubay dillah (saya) = lead vocal
2. Audy Abdillah = Tenor
3.Riyan Hermawan = Bass
4. Abdul Jabbar = Backing Vocal
5. M. Agung = Baritone
6. Hilmy Aulia = Baritone
7. Aji Suswantoro = Perkusi
8. Hary Setiawan = Vocal pendamping
9. Pandu PP =Tenor

tim nasyid ini begenre HAROKI  yaitu tim nasyid yang selalu menggelorakan semangat acap kali tampil.


kalo ngomong prestasi..
malu rasanya,,
   Juara Umum NASYID, LoKetA  tahun 2010 SMAN 54 Jakarta Timur.2010
   Juara Harapan  2 Lomba NASYID  PNJ  Depok.2010

cuma itu to'.

kalo berbicara pengalaman pentas.. wih..   kayanya sudah makan asam, garam cuka, kecap asin deh..


Acara Isra’  mi’raj dan  Maulid SMKN 26 Jakarta.2010,2011,2012.



 Family gathering PKS (cabang Kramat jati) di Sentul, Bogor.2010


MOS SMKN 26 2011


 Rapat Umum Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta.2011


Lomba Nasyid Islamic Book Fair 2011


Lomba Nasyid Fakultas kesehatan Universitas Indonesia.





kecintaan kami untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik untuk peradaban ini adalah motivasi terbesar kami.. jaya nasyidku .. jaya semangatku.. Allahu Akbar.

Selasa, 10 April 2012

Dua Penjual Sepatu


Ada dua orang sales marketing sepatu yang dikirim oleh dua perusahaan berbeda yang bersaing untuk memasarkan produk mereka di sebuah pedalaman. Setibanya di sana, dua sales ini tercengang karena penduduk asli pedalaman tersebut sama sekali tidak mengenal sepatu, mereka pergi ke mana-mana bertelanjang kaki. Sales dari perusahaan pertama langsung kehilangan harapan dan mengontak markas pusat. “Bos, pulangkan saja saya. Jualan sepatu di sini tidak akan laku, tidak satu orang pun mau memakai sepatu!” kata sales tersebut di ujung telepon.
Begitu juga sales marketing yang kedua, langsung menelepon markas pusatnya, bedanya sales ini menelepon dengan bersemangat dan berbinar-binar. “Bos, kita bahkan bisa bikin pabrik sepatu di sini! Pasar kita banyak, belum satu orang pun memiliki sepatu!”
Sales yang kedua beruntung karena menjadi seorang optimist. Sedangkan sales yang pertama tentu saja langsung didamprat habis-habisan oleh bosnya karena bosnya mengirimnya ke sana justru karena orang-orang pedalaman itu belum memakai sepatu.
Beberapa hari berselang, kedua sales itu diterima dengan baik oleh penduduk setempat. Mereka mulai melakukan langkah-langkah sosialisasi. Sales yang pertama memasang spanduk-spanduk dan kios sepatu, kemudian berbicara tentang sepatu pada setiap orang yang ditemuinya. Sementara sales yang kedua terlihat bersantai-santai menikmati pemandangan dan bercengkerama dengan penduduk setempat.
Sales yang pertama mengadakan seminar-seminar tentang kesehatan kaki dan bahaya cacing tambang jika tidak memakai alas kaki. Namun dalam seminar-seminarnya tersebut, tanpa sadar sales itu sering sekali mengkritik penduduk setempat yang dianggapnya terbelakang karena belum memakai sepatu. Sementara itu sales yang kedua sibuk mempelajari kearifan lokal dan bersabar tidak membicarakan sedikit pun mengenai sepatu. Ia selalu mengagumi dan mensyukuri betapa beruntungnya penduduk setempat karena masih hidup sangat dekat dengan alam, jauh dari egoisme materialis, jauh dari pertikaian-pertikaian politik.
Pada minggu ketiga, sales yang pertama mulai kehilangan semangat karena orang-orang tidak mau mendengarkan ceramahnya mengenai sepatu. Jarak antara penduduk setempat dan sales yang pertama pun meregang. Sedangkan sales yang kedua? Setelah menikmati permainan-permainan lokal, sales kedua kemudian mengenalkan pada penduduk setempat permainan sepak bola. Tapi sales ini cerdik dan membuat sebuah peraturan yang tidak pernah diketahui oleh penduduk lokal, sepak bola harus dilakukan di lapangan penuh kerikil!
Pada minggu ke empat, tepat satu bulan setelah kedatangan kedua sales itu, sales kedua berhasil membuat setiap pria di desa tersebut membeli sepatunya. :),
Adapun sales yang pertama?
Dia pulang, setelah mengakui kehebatan sales yang kedua dan belajar darinya. Sales yang pertama dengan lapang dada mengakui kesalahan metodenya dan belajar menjalankan apa yang dipelajari dari sales yang kedua. Bahkan dia memaksimalkan manfaat dari kesalahannya tersebut dengan menceritakan pengalaman ini pada rekan-rekan salesnya. :)
oleh: bezie galih maggala

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/03/19137/dua-penjual-sepatu/#ixzz1re0bwTAV

jalan sepi pengunjung


Kutulis tulisan ini dengan jemari mengusir setiap bosan yang kadang datang tiada permisi, ku tengok ke kanan.. kekiri.. ah.
Inikah aku?
Debu siang yang mengikuti alur angin yang mengikuti alur angin kemana ia pergi
Atau daun diatas sungai yang mengalir sesuka hati..

Tapi ada jalan disana yang harus kulalui, jalan penuh perangkap mununggu mangsa, jalan yang takakan sunyi, banyak duri yang siap di posisi,
Terlalu sepi bila jalan sendiri
Tapi juga belum tentu oke, bila rame-rame, bareng-bareng malah bikin rusuh dan nda jelas tujuannya?
Was-was.
Tingkah tak sejalan dengan hati, mungkin kode tidak sama jadi sandinya nda nyambung, nah apasih kode sandi untuk ruh?
Cukup komitmen kepada Allah dan agamanya itu saja.?
Iya itu saja..
Perlu adanya cinta antar masing-masing kode, inilah cinta bukan sekedar kasih sayang ibu,
        Kasih ibu kepada beta.
        Tak terhingga sepanjang masa.
        Hanya memberi tak harap kembali
        Bagai sang surya menyinari dunia
Hhe, jadi inget pas SD dulu..
        Inilah cinta yang memberi-bukan meminta, Berkorban-bukan menuntut, Berinisiatif-bukan menunggu dan bersedia-bukan untuk berharap harap.
        PR di jalan memang banyak, dengan beragam tema yang disajikan atau subbab yang menumpuk sayangnya, banyak dari kita hanya menjadi tanah gurun semata, hanya menumbuhkan tanaman duri yang susah dicabut dari permukaan.

Genggamlah Tangannya








 Ada seorang gadis kecil bernama Aisyah. Suatu hari Aisyah diajak ayahnya berjalan-jalan. Di tengah perjalanan, mereka harus melalui sebuah jembatan kecil di atas sebuah sungai.

Ayah Aisyah sedikit khawatir.
Ia berkata pada Aisyah, “Aisyah, ayo genggam tangan ayah. Biar kamu tidak jatuh ke sungai.”
“Tidak,” tolak Aisyah. “Seharusnya, ayah yang menggenggam tanganku”.

“Lho, memang apa bedanya?” tanya ayahnya bingung.

“Berbeda sekali, ayah. Jika aku yang menggenggam tangan ayah dan terjadi sesuatu pada diriku, bisa saja genggamanku terlepas. Tapi, jika ayah yang menggenggam tanganku, apapun yang terjadi, aku yakin ayah tidak akan melepaskan genggaman ayah padaku,” jawab Aisyah.

Ayah Aisyah sangat terkejut mendengar jawaban dari anaknya. Setelah dipikirkan kembali, ia merasa apa yang dikatakan oleh anaknya sangat benar. Jadi, ia menggenggam tangan anaknya dengan penuh kasih untuk menyeberangi jembatan itu.

Apa arti cerita ini?
Kepercayaan tidak sekedar mengikatkan diri satu sama lain. Namun, kepercayaan harus bisa saling mempersatukan. Jadi, genggamlah tangan orang yang kita sayangi, daripada mengharapkan orang itu menggenggam tangan kita.

Jumat, 06 April 2012

Kamu tetaplah kamu tanpa orang lain

Anda tahu pipa PVC? Hmmm...pastinya tahu dong? Benda yang satu ini memang mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari karena memang benda ini sangat bermanfaat bagi kita. Begini, saya ingin bercerita sedikit. Tahukah Anda? Di dalam ilmu kimia, PVC merupakan salah satu senyawa polimer, yaitu Poly Vinil Chlorida. PVC terdiri dari banyak monomer Vinil Chlorida, monomer-monomer tadi berkumpul jadi ...satu membentuk Poly Vinil Chlorida. Paham? Atau begini deh mudahnya, PVC itu terbuat dari sekumpulan Vinil Chlorida yang dibentuk menjadi satu.

Kalau masih belum paham juga, kita ganti ceritanya. Anda tahu oksigen? Lagi-lagi di dalam ilmu kimia, zat ini dilambangkan dengan O2 (maaf, tidak bisa pakai subscribe di fb). Ia terdiri dari 2 unsur O. Kalau hanya O saja, ia tidak berarti apa-apa. Ia harus bertemu dengan O lain, bersatu, kemudian membentuk zat yang sangat bermanfaat bagi makhluk hidup di alam ini.

Apa hikmahnya?

Begitu pula hidup kita. Hidup manusia. Coba lihat Vinil Chlorida tadi, ia tidak berarti apa-apa bila sendiri. Tapi ketika ia bersatu dengan Vinil Chlorida yang lain, ia dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat. Atau O2 tadi, ketika berbentuk O saja ia bukanlah siapa-siapa. Tapi ketika ia bergabung dengan O lain, ia menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan.

Hidup kita pun seperti itu. Mungkin kita dapat bermanfaat bagi orang lain meskipun dengan kemampuan sendiri. Tapi, ketika kita berkelompok, kita berjamaah, membentuk satu barisan utuh, bergabung dalam satu kesatuan, kita dapat JAUH LEBIH BERMANFAAT. Kekuatan kita bertambah berkali-kali lipat. Kemampuan kita meningkat beratus-ratus persen.

Sangat sulit memindahkan gunung seorang diri, tapi bila kita bersama-sama tidak mustahil gunung itu akan bergeser dari tempatnya. Yakin? Harus.

Semoga bermanfaat.

Allahu a'lam...



oleh : Hary setiawan

my facebook

Popular post

-.-