(",)

Kamis, 19 Juli 2012

LOVE STORY - Sebuah titik


aku tak tahu ini kisah yang patut di ceritakan atau tidak.. tapi ini sangat mengganggu pikiranku karna selalu terkenang akan hal ini, mungkin karna.. aku tak pernah bercerita kepada siapa pun kecuali sahabat Ibtidaiyah ku yang sudah tau alur ceritanya...

berbicara cinta pertama tak lepas dari kepolosanku akan hal itu..
hemh.. mungkin aku baru tahu kata cinta jauh setelah cerita ini..

kurasa lebih banyak sakit yang kurasa setelah datangnya cinta pertama.. karna aku salah menempatkan cinta pertamaku, yang seharusnya hanya kepada sang pencintalah seharusnya hati ini di tambatkan, yaitu kepada Allah semata.

sepertinya tulisan ini agak pribadi.. jadi.. semoga saja bagi kamu yang membacanya dapat menjaga pemikirannya tentang diriku selama ini..


Serial cinta <chapter 1>
Sebuah titik
oleh : kubil kamal

aku tak tahu ini cinta atau bukan..
berawal dari kepolosan ku di kelas 5  Madrasah Ibtidaiyah Negeri 10 Duren Sawit (yang sekarang samping bkt), meski polos.. kala itu aku berhasil mendapatkan juara 3 lomba Pemilihan Dai Kecil Se-Kecamatan Duren Sawit, dan memimpin pasukan pramuka sekolahku untuk jambore di Cibubur se tingkat kabupaten. kalo enggak salah nama regunya itu regu cendrawasih. dan disana (cibubur) aku berhasil memimpin pasukan pramuka seluruh kecamatan Duren Sawit pada waktu PBB.

mungkin sejak saat itulah aku begitu di kenal seluruh teman-temanku dan guru-guruku dan begitu pula dengan adik-adik kelas ku.. termasuk orang yang satu ini..
namanya (egi) Regina Frista Haris.

monyet

bermula ketika habis bermain bola dikala siang.. usai pulang sekolah.. kala itu aku dapat giliran piket, hari rabu kalo enggak salah. .. biasa.. kala itu diberi tugas oleh guru merawat tanaman yang kita tanam di belakang sekolah.. usai aku menyiram tanaman.. aku kembali ke kelasku ke lantai 2 kelas 5A.

seusai mengambil tas tiba-tiba ada 4 perempuan yang menyeretku..#sadis amat..
dibawanya aku ke belakang sekolah dengan tergesa-gesa.. kulihat disana telah menunggu seorang wanita.. dialah egi.. sedikit-sedikit berontak dari ke 4 perempuan yang membawaku, karna aku tak tahu maksud ini semua. lalu egi menghampiriku dan berkata "ubay mau nggak jadi pacar aku" saking lugunya aku kala itu, tak tahu apa itu pacar.. tak tahu apa itu cinta.. tak tahu apa itu jatuh cinta.. # swit swiww

emang dasar anak cilik.. aku diambilkan bunga oleh salah satu temanku dan kemudian memberikannya kepada egi #romantisnya..

sebuah kata tergambar indah
baru ku tahu itulah cinta
dekat walau kita jauh
gelap kalau tiada dirimu


tak berdaya bila engkau hilang
ku takut enyah rinduku
dan menghanyutkan semua cita
kuharap engkau disini,, tetap disini


(kelabu cinta) oleh : kubil kamal


tidak seperti pacaran zaman sekarang.. yang harus menghafal hari jadian, minggu jadian, bulan jadian, tahun jadian. cukuplah diriku menghafal dirimu dalam ingatan dan hatiku saja..

entahlah bunga kuning itu masih ia simpan atau tidak..







Rabu, 18 Juli 2012

lelah menangis

                                                Terkalahkan oleh waktu
karna terlalu berlarut dalam tawa
Tangis, Sedu terbuang percuma
terbobol waktu tiada henti

Mencari jati diri tiada habisnya
mewarnai segala corak kegelapan
bersedih diatas tawa
berduka diatas cita-cita

Ternyata tangis seperti salju
yang mendinginkan gunung api yang meletus
dan seperti bunga
yang menghiasi panasnya gurun.

Kini tangis telah usai
sementara dayanya begitu besar getar terasa
dan di setiap daun yang berjatuh
pasti ada satu yang terbang mencari lembaran yang baru.

oleh : Kubil kamal.


Kamis, 12 Juli 2012

berlari dengan langkah

ketika ku berpikir aku telah melakukan semua, tetapi pada kenyataannya diriku tiada apa

berlari namun hanya terlihat berjalan
berjalan tapi terlihat merangkak
merangkak tapi terlihat terdiam diri
terdiam tapi hanya terlihat tiada nyawa

kecil ternyata diriku kini, bahkan lebih kecil lagi dari yang aku pikirkan dari bertriliun triliun triliun orang yang sudah tercipta di dunia ini, aku terlihat seperti debu-debu, bila tanpa karya.. aku mungkin lebih kecil dari potongan debu.

kusadari satu dua langkah pertama itu memang sangatlah berarti 100o langkah selanjutnya.. dan akan berarti bila di setiap langkah penuh dengan keikhlasan dan tekad yang kuat, mulai dengan 1, 2 langkah dahulu.

ku yakini yang lebih sulit itu adalah diriku sendiri, karna ia sangat berpengaruh segalanya di dalam potongan mozaik kehidupan ini, diriku lah yang menghambatku, bukan mereka atau orang lain, ternyata aku lebih sulit dari orang lain.

Perjuangan masih berlanjut, menuju ke langkah ke depan, bukan untuk melangkah mundur kedepan.. tapi untuk maju kedepan.. amat berat bila dirasa.. namun, akan ringan terasa jika sudah melakukannya..

<< Kubil Kamal.

my facebook

Popular post

-.-